Bagaimana Cara Belajar Ilmu Psikologi Bahasa Tubuh Yang Benar

S1psikologi – Dalam pembahasan kali ini saya akan membahas bagimana membaca bahasa tubuh. Mimik muka, gerakan, dan bentuk ialah sisi dari bahasa tubuh untuk berbicara secara non-verbal. Menurut beberapa pakar, bahasa tubuh diperlihatkan dengan alami saat seorang ingin sampaikan info, tetapi tidak dapat disampaikan dengan kalimat. Itu penyebabnya membaca bahasa tubuh seorang penting untuk pahami keadaan. Agar semakin terang, baca penjelasannya di bawah ini.

Beberapa hal yang perlu Anda lihat saat coba membaca bahasa tubuh seorang.

Apa fungsinya membaca bahasa tubuh? Jika Anda ingin mempunyai komunikasi yang bagus sama orang lain, karena itu penting pelajari bahasa tubuh. Melalui bahasa tubuh, Anda bisa memandang bagaimana personalitas, kebenaran pengucapan, bahkan juga ketahui hati seorang yang sebetulnya.

Bahasa tubuh memiliki sifat universal atau biasa, maknanya semuanya orang di dunia memakainya tanpa terbatasi oleh ketidaksamaan bahasa. Oleh karenanya, bahasa tubuh dipandang lebih kaya dengan arti dan makna dibandingkan bahasa verbal yang cuman berbentuk kalimat saja. Banyak hal yang perlu Anda lihat saat membaca bahasa tubuh seorang, misalnya:

1. Jika Anda sedang bicara dengan seorang dan musuh berbicara kita terlihat lakukan beberapa hal sebagai berikut ini :

  1. Bicara dan tidak berani bertatapan mata, umumnya sesudah terjadi contact mata sesaat langsung mengubah penglihatan ke lain : Pada intinya ia tidak ingin dijumpai tujuan hatinya yang sebenarnya, peluang ada juga rahasia yang diselinapkan.
  2. Bicara sekalian memegang-megang ujung hidung atau daun telinga dan umumnya tidak berani memandang mata kita : Kemungkinan ia sedang bohong
  3. Jika bicara pada status berdiri dan ia tidak menghadapkan badannya tepat mengarah Anda : Ia tidak demikian tertarik bicara dengan Anda, bahkan juga menyepelekan Anda.
  4. Bicara sekalian menyaksikan ke sekitar : Ia mencari seorang atau mencari perhatian beberapa orang disekitaran.
  5. Bicara sekalian mengusung salah satunya kakinya dan ditempatkan di atas kaki lainnya : Ia usaha memperlihatkan statusnya.
  6. Bicara sekalian ke-2 tangan sama-sama meremas atau salah satunya tangan mengelus-elus tangan lainnya dan tubuh cukup membungkuk : Ia sedang usaha mendapat rasa belas kasihan Anda.
  7. Dengarkan Anda sekalian menggenggam dagu dan mengelus-elusnya : Ia sedang usaha memandang Anda dan apa yang Anda bahas.
  8. Dengarkan Anda sekalian menyokong dagu dengan tangannya : Ia sedang memerhatikan Anda dan apa yang Anda bahas. Jika ia berlaku semacam itu sekalian mencibir dan sedikit mendangakkan kepala dan alis mengernyit : Ia sedang memutar otak pahami perbincangan Anda atau ada isi perbincangan yang tidak sesuai pikirannya.
  9. Dengarkan dengan salah satunya tangan menyokong kepala dengan jemari telunjuk sentuh pelipis : Ia sedang berpikiran atau usaha memperlihatkan jika sedang memerhatikan perbincangan Anda.
  10. Dengarkan Anda sekalian mengelus-elus lehernya, kadang melihat ke lain : Ia telah jemu bicara dengan Anda atau mungkin dengan topik perbincangannya.
  11. Dengarkan Anda sekalian garuk-garuk kepala : Ia mau tak mau dengarkan perbincangan Anda atau mau tak mau berjumpa dengan Anda.
  12. Dengarkan Anda tetapi ke-2 telapak tangan ditegaskan di atas paha atau lutut : Ia ingin akhiri perbincangan dan ingin tinggalkan tempat itu.
  13. Dengarkan sekalian melihat ke kiri dan ke kanan : Ia tidak sedang konsentrasi dengan perbincangan dan sukai meminta perhatian orang atau mencari seorang.
  14. Dengarkan Anda dengan ke-2 mata lebar terbuka memandang Anda : Ia tertarik dengan Anda atau perbincangannya.
  15. Dengarkan sekalian ke-2 tangan bersedekap di dada dan/atau ke-2 kaki disilangkan : Jika tatapannya tajam, karena itu berhati-hati ada perbincangan Anda yang cukup berlawanan dengannya atau langkah Anda bicara yang tidak dicintainya. Jika ia kerap melihat ke lain nampaknya ia kurang tertarik untuk bicara (sedang ingin diam atau sendiri).
  16. Jika ia ialah tamu Anda dan ia kerap berdehem-dehem sekalian menelan air liur atau membasahi bibir dengan lidah : Kemungkinan ia sedang haus dan Anda harus selekasnya tawarkan minuman padanya.
    Jika ia kerap memandang ke cangkir atau gelas di depannya : Ia menanti dipersilahkan minum oleh Anda atau minta tambahan air.

2. Jika Anda sedang bergabung dan mengobrol dengan sebagian orang, karena itu lihatlah beberapa hal sebagai berikut ini :

  1. Jika sepanjang perbincangan Anda jarang-jarang ditoleh dan dipanggil : Anda tidak diharap turut dalam perbincangan itu atau opini Anda tidak diperlukan oleh mereka.
  2. Lihat dada rekan-rekan berbicara Anda di samping kanan atau kiri, jika condong ke arah ke Anda : Anda masih tetap diharap turut dalam perbincangan itu.
  3. Perbincangan Anda sela dan dipotong, lalu rekan-rekan Anda bicara sama-sama mereka : Anda seharusnya pergi karena kedatangan Anda betul-betul tidak diharap.
  4. Jika dalam status berdiri, arah salah satunya telapak kaki rekan-rekan Anda ke arah Anda : Mereka tertarik bicara dengan Anda.

3. Jika Anda seorang pria dan di muka Anda ada seorang wanita yang belum dikenali.

  1. Ia kerap menyaksikan ke Anda : Ia tertarik pada Anda
  2. Ia menghadapkan duduknya ke Anda : Ia betul-betul memperlihatkan ketertarikannya ke Anda
  3. Ia tersenyum lebih dahulu ke Anda : Ia berharap dipanggil oleh Anda
  4. Ia memain-mainkan rambutnya sekalian kadang-kadang melirik ke Anda : Ia coba mengundang perhatian Anda.
  5. Ia mengelus-elus sisi badannya seperti tangan, leher atau dada : Ia coba mengundang perhatian Anda secara seksual dengan memperlihatkan kecantikannya.
  6. Ia duduk dengan mengusung salah satunya kakinya dan ditempatkan di atas kaki lainnya : Ia sedang memperlihatkan status sosialnya. Jika ia menunjukkan betisnya memiliki arti ia usaha memperlihatkan kecantikannya.
  7. Ia memandang ke lantai sekalian mainkan sisi bajunya atau menggoyang-goyangkan kakinya dengan pojok matanya mencuri-curi pandang ke Anda : Ia betul-betul menginginkan Anda selekasnya dekatinya, menyapanya dan mengawali perjumpaan.
  8. Ia geser duduknya atau cari tempat duduk baru yang ada ruangan kosong di sebelahnya : Ia menyilahkan Anda untuk berpindah duduk di sebelahnya.
  9. Ia mengedipkan samping matanya ke Anda : Ia buka kesempatan untuk satu jalinan intim.

4. Saat Anda seorang pria sedang bicara dengan seorang wanita.

  1. Ia dengarkan sekalian memandang Anda dengan mulut cukup terbuka dan membasahi bibirnya dengan lidah : Ia akan siap jika di cium.
  2. Ia dengarkan sekalian memandang Anda dengan mencondongkan dadanya : Ia akan siap jika dipeluk.
  3. Ia bicara sekalian ke-2 tangan bersedekap di dada : Ia menegaskan jika ia cuman seorang rekan berbicara atau dialog.
  4. Ia tidak tarik tangannya saat disentuh jarinya : Ia buka peluang untuk membangun jalinan lebih dekat.
  5. Ia tidak tarik tangannya saat disentuh sisi siku : Ia tidak menampik jika dibawa kencan.
  6. Secara umum makin dekat satu sentuhan dengan badan sisi dalam (dada dan perut), karena itu makin intim satu jalinan.
  7. Jika dipepet oleh Anda, ia ambil sedikit cara mundur : Ia memperlihatkan sikap protektif, jadi Anda harus waspada dan tidak boleh salah berlaku.
  8. Jika ia secara menarik mencubit atau menepuk tangan Anda atau bersihkan kotoran atau debu di pakaian Anda, dan umumnya dituruti lirikan ke sekitar : Ia usaha memperlihatkan ke seseorang disekitaran jika ia dekat atau intim dengan Anda.

5. Jika Anda seorang wanita dan di muka Anda ada seorang pria yang belum dikenali.

  1. Ia tersenyum ke Anda : Anda sesuai seleranya.
  2. Ia menggaruk-garuk lehernya dan memandang ke atas atau ke kanan-kiri : Ia grogi dan salah tingkah.
  3. Ia mengalihkan muka ke lain tetapi kerap melirik ke Anda : Ia tidak berani dekati Anda atau karena ada pria lain dari sisi Anda yang diperhitungkannya ialah pasangan Anda.

6. Saat Anda seorang wanita sedang bicara dengan seorang pria. Sekalian berdiri :

  1. Salah satunya tangannya menggenggam tangan lainnya di muka pinggangnya : Ia ialah pria yang paling santun.
  2. Salah satunya atau ke-2 tangannya berada di kantong celananya : Ia berasa lebih berkuasa dari Anda.
  3. Ia menempatkan salah satunya tangannya ke dinding tempat Anda bertumpu : Ia berasa dapat kuasai Anda.
  4. Ia bicara dengan terus-terusan memandang mata Anda : Ia sedang memperlihatkan hatinya ke Anda.
  5. Ia kerap menyaksikan ke dada Anda atau anggota badan yang lain : Ia menyenangi beberapa bagian yang dilihatnya itu.

Sekalian duduk :

  1. Jemari jari ke-2 tangannya disilangkan seperti orang berdoa dan ditempatkan di muka mulutnya : Ia sedang kebingungan untuk memutuskan.
  2. Ia dengarkan Anda bicara dengan salah satunya atau ke-2 telapak tangannya menyokong pipinya : Ia jemu dengan perbincangan atau jemu dengan sekedar duduk saja atau sedang mengantuk.
  3. Ia melingkarkan tangannya ke pundak Anda atau sandaran bangku ada di belakang Anda : Ia ingin merengkuh Anda dan memberikan kesan-kesan membuat perlindungan Anda. Jika dilaksanakan di depan seseorang : Ia ingin memperlihatkan ke seseorang jika dia pemilik diri Anda.

7. Jika Anda lagi ada pada kondisi jual-beli

  1. Penjual yang hendak ambil keuntungan besar sekali dari Anda umumnya tidak berani memandang mata Anda saat tawar-menawar, sama-sama mencuri-curi pandang dengan temannya sama-sama pedagang dan saat Anda sedang menimbang harga yang dijajakannya, ia selanjutnya pergi menjauh dan berpura-pura repot, lalu melirik Anda sekalian mengharap Anda terima penawaran itu.
  2. Penjual yang bohong mengenai orisinalitas satu barang, umumnya tidak berani memandang mata Anda saat tawar-menawar dan terkesan tidak ingin banyak berbicara untuk menerangkan detail barang itu dan tidak ingin lama-lama dalam tawar-menawar.
  3. Konsumen yang memegang-megang banyak barang : Ia tidak betul-betul punya niat membeli satu juga.
  4. Konsumen yang menggenggam satu jenis barang dan dengan serius menanyakan ke Anda (Penjual) : Ia betul-betul punya niat membeli.
  5. Konsumen yang kehilangan senyumnya sesudah Anda memberitahu harga : Ia sedang menimbang untuk menawar harga atau mungkin tidak jadi membeli.
  6. Konsumen yang pergi menjauh tetapi matanya masih melirik barang yang tidak jadi dibelinya : Ia betul-betul tertarik pada barang itu.

Berikut 5 Referensi Belajar Bahasa Tubuh Menurut Para Ahli

Di zaman kekinian saat ini belajar bahasa tidak dapat cuman dilaksanakan dengan teori saja, kita harus mengaplikasikannya langsung baik lewat berbicara langsung atau membaca artikel. Tentu saja tiap kita mempunyai sistem yang lain dalam pelajari bahasa, masing-masing punyai resep sendiri tetapi tidak ada kelirunya dicoba panduan ini yang saya kutip, diantaranya :

1. Internet

Internet adalah alternative yang pas untuk belajar bahasa. Kita dapat membaca artikel dengan bahasa tertentu sesuai sektor kita, contoh computer karena itu kita dapat membaca artikel berkaitan computer yang dengan bahasa tertentu. Atau bila ingin bercakap langsung dalam bahasa yang kita dalami langsung bisa chat sama orang luar negeri. Atau dapat mencoba yang atu ini yakni dapatkan web yang sediakan evaluasi sebuah bahasa lewat cara online dan sekarang ini telah banyak dan benar-benar interaktif.

2. Tv

Belajar bahasa juga bisa lewat TV, dan ini dapat membuat kita berasa lebih rileks dibanding dengan belajar dalam dalam kelas. Dengan sistem ini, kita dapat belajar sekalian menyaksikan kartun, film dokumentar, film action sekalian duduk di sofa.

3. Kompak Disc (CD)

Tidak seluruhnya orang dapat mempunyai saat yang banyak buat belajar bahasa. Nach CD menjadi jalan keluar. Misalkan saja, untuk seorang yang habiskan beberapa waktu di jalan, mereka bisa menyopir sekalian dengarkan CD pelajaran bahasa asing.

4. Buku

Buku ialah jendela dunia, buku ialah media yang paling komplet untuk dapat pelajari suatu hal.sebuah hal. Diakuai di semu jaman jika Belajar lewat buku ialah sistem yang terbaik dibanding dengan memakai sistem yang lain.

5. Website dan lirik

Lewat website atau lirik lagu dengan bahasa tertentu menjadi langkah baik buat kita saat belajar bahasa. Beberapa ribu website dibikin dalam beragam bahasa dan isinya pasti di samakan dengan ketertarikan kita. Kita dapat mencari sesuai apa yang kita meminati. Disamping itu lirik lagu dapat menjadi fasilitas belajar bahasa, apalagi dengan memutar lirik lagunya karena itu lebih mengena.

Belajar bahasa dapat kita peroleh di beberapa tempat yang tidak kita sangka awalnya. Oleh karenanya, kita agar lebih sensitif dengan sekitar lingkungan. Karena, kita bisa juga belajar bahasa dengan dengar dan memperhatikan.